
Solariz, perusahaan energi terbarukan terintegrasi, resmi meluncurkan pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk kapal nelayan di Kota Tegal. Proyek percontohan ini terpasang di dua kapal nelayan pada 3 Desember 2025 dan menjadi terobosan baru dalam upaya efisiensi energi sektor perikanan, khususnya dalam menekan biaya operasional dan memperpanjang usia aki kapal.
Dua kapal nelayan yang terlibat dalam proyek ini masing-masing beroperasi di Perairan Tegal Barat
Masalah Klasik Kapal Nelayan: Aki Cepat Rusak dan Biaya Tinggi
Selama ini, sebagian besar kapal nelayan di Tegal mengandalkan sistem pengisian aki konvensional menggunakan jegger (charger) yang beroperasi tanpa henti. Sistem ini berguna untuk mendukung mesin utama, navigasi, radio komunikasi, dan kebutuhan kelistrikan lainnya.
Founder Solariz, Rizqi, menjelaskan bahwa metode tersebut sangat tidak efisien.
“Sistem pengisian lama berjalan loss dan tidak berhenti meskipun aki sudah penuh. Akibatnya, aki cepat rusak dan usia pakainya sangat pendek,” jelas Rizqi.
Dalam praktiknya, pemilik kapal harus mengganti 8 unit aki dengan harga sekitar Rp3 juta per unit. Total biaya penggantian aki mencapai Rp25–30 juta per kapal, dan bisa terjadi 3–4 kali dalam setahun. Kerugian ini menjadi salah satu beban terbesar dalam operasional kapal nelayan.

Solusi Solariz: PLTS 620 Watt Peak dengan Solar Charger Controller (SCC)
Sebagai solusi, Solariz memasang sistem PLTS Atap berkapasitas 620 Watt Peak (Wp) yang memiliki Solar Charger Controller (SCC).
Peran SCC sangat krusial karena mampu:
- Menghentikan pengisian otomatis saat aki penuh (cut-off)
- Mencegah overcharging
- Memperpanjang usia pakai aki secara signifikan
“PLTS dengan SCC memungkinkan pengisian aki yang aman dan efisien. Dampaknya, pemilik kapal dapat menghemat puluhan juta rupiah per tahun hanya dari sisi penggantian aki,” tambah Rizqi.
Selain itu, sistem PLTS ini berguna untuk mengisi ulang aki saat kapal bersandar atau mesin mati, sehingga pemakaian solar yang sebelumnya hanya untuk kebutuhan listrik dapat berkurang.


Respon Nelayan dan Uji Coba Lapangan
Meskipun proyek ini menggunakan skema beli putus dengan garansi sistem dan free maintenance selama satu tahun, para pemilik kapal menyambut positif inovasi ini.
Salah satu pemilik kapal menyampaikan:
“Karena masih tahap uji coba, manfaatnya belum terasa penuh. Kami akan evaluasi setelah tiga bulan. Harapannya, aki kapal jauh lebih aman dibanding sebelumnya.”
Pengelola kapal juga menambahkan:
“Kami berharap aki yang dicharge dari pagi sampai sore bisa mencukupi kebutuhan radio dan navigasi dari malam sampai pagi.”
Untuk memastikan keberlanjutan sistem, Solariz:
- Melatih motoris kapal dalam pengoperasian PLTS
- Menyediakan mounting panel dari besi holo galvanis yang dicat untuk ketahanan terhadap korosi akibat udara laut
Dokumentasi pelatihan dapat diakses melalui kanal YouTube Solariz:
- Kapal 1: https://youtu.be/7_7P0TdWVEc
- Kapal 2: https://youtu.be/OZ982f3JeqU


Target Ekspansi PLTS Kapal di Wilayah Pantura
Proyek PLTS Kapal Nelayan di Tegal ini menjadi pilot project sebelum Solariz memperluas layanan ke wilayah pesisir lainnya di Pantai Utara Jawa (Pantura).
Wilayah target ekspansi meliputi:
- Indramayu
- Cilacap
- Pekalongan
- Lamongan
“Permasalahan biaya operasional dan kerusakan aki kapal terjadi hampir di seluruh Pantura. Jika pilot project ini sukses, Solariz siap membantu nelayan di berbagai daerah. Kami juga melayani pemasangan PLTS untuk rumah, kantor, hingga pabrik dengan kapasitas sampai 1 MWp,” tutup Rizqi.
Tentang Solariz
Solariz adalah perusahaan energi terbarukan terintegrasi yang menyediakan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk sektor kelautan, perumahan, komersial, dan industri, dengan fokus pada efisiensi, keberlanjutan, dan dampak ekonomi nyata bagi pengguna.

Informasi Kontak
Narahubung Pemasaran & Kemitraan
Rizqo – Marketing Solariz
📞 +62 821-3839-6630
🌐 https://www.solariz.id
