Tri Mumpuni: Siapa Sosok Penyandang Gelar “Wanita Listrik” dari Indonesia?

Di balik upaya elektrifikasi desa-desa terpencil di Indonesia, terdapat sosok perempuan inspiratif bernama Tri Mumpuni Wiyatno. Ia dikenal luas sebagai tokoh yang mendorong pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan untuk masyarakat pedesaan, khususnya melalui teknologi mikrohidro.

Melalui dedikasinya, puluhan desa terpencil yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik kini dapat menikmati energi yang bersih dan berkelanjutan.


Perjalanan Awal Tri Mumpuni

Foto Tri Mumpuni (Sumber: wikipedia)

Tri Mumpuni Wiyatno lahir di Semarang pada 6 Agustus 1964. Ia merupakan putri dari pasangan Wiyatno dan Gemairish.

Sejak kecil, kehidupannya sudah dekat dengan masyarakat desa. Ia sering mengikuti ibunya yang berkeliling kampung untuk membantu mengobati warga yang terkena penyakit kulit. Pengalaman tersebut membuatnya memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pedesaan.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor pada jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Minatnya pada isu pembangunan berkelanjutan kemudian membawanya melanjutkan studi internasional di University for Peace pada tahun 1992 dan di Chiang Mai University pada tahun 1993.


Mengembangkan Listrik Mikrohidro untuk Desa Terpencil

Perjalanan hidupnya berubah ketika ia melihat potensi sumber daya air yang melimpah di desa-desa terpencil Indonesia, tetapi belum dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Bersama sang suami, ia mulai mengembangkan konsep Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro atau PLTMH sebagai solusi energi bagi masyarakat desa.

Pada tahun 1997, ia membangun proyek PLTMH pertama di Dusun Palangguran dan Cicemet, kawasan Gunung Halimun.

Perjuangan tersebut tidak mudah. Untuk mencapai lokasi proyek, ia harus berjalan kaki hingga sembilan jam atau menggunakan sepeda motor yang rodanya harus dipasangi rantai karena kondisi jalan yang licin. Pada awalnya, masyarakat juga belum terbiasa dengan sistem iuran listrik sehingga proyek ini berjalan dengan penuh tantangan.

Namun enam bulan kemudian, desa tersebut berhasil menikmati listrik dengan iuran sebesar Rp23.000 per bulan. Dana tersebut bahkan digunakan untuk membangun jalan berbatu yang memungkinkan kendaraan roda empat masuk ke desa tersebut dan membuka akses bagi wilayah lain di sekitarnya.


Menerangi Puluhan Desa di Indonesia

Melalui program pengembangan mikrohidro, Tri Mumpuni Wiyatno telah membantu menyediakan listrik bagi lebih dari 80 desa terpencil di Indonesia.

Proyek-proyek ini tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pendekatannya bukan sekadar membangun infrastruktur energi, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar dapat mengelola sistem listrik secara mandiri.


Pengakuan Dunia Internasional

Kontribusi Tri Mumpuni dalam pengembangan energi terbarukan telah mendapatkan pengakuan internasional.

Pada tahun 2012, ia menerima penghargaan Ashden Awards, sebuah penghargaan kepada inovator yang berkontribusi dalam pengembangan energi ramah lingkungan.

Ia juga mendapat Ramon Magsaysay Award pada tahun 2011 atas dedikasinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui energi terbarukan.

Namanya bahkan masuk dalam daftar The World’s 500 Most Influential Muslims tahun 2021 yang dirilis oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre.

Dalam sebuah forum kewirausahaan negara-negara Muslim pada tahun 2010, Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga pernah menyebutnya sebagai contoh wirausaha perempuan dari Indonesia yang sukses mengembangkan pembangkit listrik di daerah terpencil.


Tetap Fokus pada Energi dan Pemberdayaan Masyarakat

Kesuksesan dan pengaruhnya membuat banyak pihak dari dunia politik menawarkan Tri Mumpuni untuk bergabung dengan partai politik. Namun ia memilih untuk tetap fokus pada bidang energi dan pemberdayaan masyarakat.

Saat ini ia menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lembaga yang bertanggung jawab mengembangkan riset dan inovasi nasional.

Keputusan tersebut menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi pada pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.


Inspirasi Energi Terbarukan dari Indonesia

Kisah Tri Mumpuni Wiyatno menjadi bukti bahwa teknologi energi terbarukan dapat menjadi alat pemberdayaan masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, listrik tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan akses pendidikan, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat desa.

Di tengah upaya global menuju transisi energi, kontribusi tokoh seperti Tri Mumpuni menunjukkan bahwa solusi energi berkelanjutan dapat bermula dari komunitas kecil dan membawa dampak besar bagi masa depan.