7 Titik Cahaya Darurat Kini Menyala di Aceh Berkat Program Open Donasi PJU Tenaga Surya

Penampakan Lampu PJU Tenaga Surya setelah dipasang di Desa Agusen

Gayo Lues, Aceh – 2026

Sebanyak 7 titik penerangan darurat berbasis PJU Tenaga Surya kini telah terpasang dan berfungsi di Desa Agusen, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, melalui program Open Donasi Cahaya Darurat untuk Aceh.

Program ini berhasil terealisasikan dengan dana terkumpul sebesar Rp4,8 juta, atau kurang dari 1% dari target awal penggalangan dana. Meski dengan keterbatasan anggaran, tim tetap berupaya memastikan bantuan nyata dapat tersampaikan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan penerangan di malam hari.

Latar Belakang: Keterbatasan Akses Penerangan di Wilayah Terdampak

Sejumlah wilayah di Aceh, khususnya daerah pedesaan dan pegunungan seperti Gayo Lues, masih menghadapi keterbatasan penerangan jalan dan fasilitas umum. Kondisi ini menjadi semakin krusial saat terjadi cuaca ekstrem dan keterbatasan infrastruktur jaringan PLN.

Minimnya penerangan tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga pada keamanan, mobilitas warga, serta aktivitas sosial dan ibadah di malam hari. Dari kebutuhan inilah program Cahaya Darurat untuk Aceh diinisiasi.

Realisasi Program dengan Dana Terbatas

Proses penyaluran lampu oleh relawan menggunakan mobil dan jalan kaki
Relawan membantu memasang lampu

Dengan dana yang tersedia, tim memutuskan untuk tetap mengeksekusi program secara terbatas namun terukur. Hasilnya, 7 unit PJU Tenaga Surya berhasil:

  • dikirim dari luar daerah,
  • disalurkan ke lokasi,
  • dan dipasang di beberapa titik strategis di Desa Agusen.

Seluruh proses dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari distribusi hingga pemasangan, agar sistem benar-benar siap digunakan oleh masyarakat.

Kolaborasi Donatur, Mitra, dan Relawan Lapangan

Foto serah terima lampu melalui sejumlah relawan
Proses pemasangan lampu menggunakan alat seadanya

Keberhasilan pemasangan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Program ini melibatkan kolaborasi antara:

Inisiator Program:
Solariz × Hilalang Power Energy Nusantara

Mitra Pendukung:
Kitabisa, Earthmates Community, Teras Dakwah

Tim dan Relawan Lapangan:
Muallaf Centre Indonesia Regional Medan, Semesta Mengaji, Relawan Masjid Jogokariyan, Rangkul Niqab Squad, serta relawan lainnya yang terlibat secara langsung.

Dokumentasi kegiatan tidak menampilkan banner program karena banner baru diterima beberapa jam setelah tim berangkat dari Medan menuju Gayo Lues. Mengingat jarak tempuh lebih dari 14 jam, pengambilan ulang dokumentasi tidak memungkinkan. Namun, hal tersebut tidak mengurangi substansi dan bukti kerja nyata di lapangan.

Program Belum Selesai: Batch Kedua akan Berjalan

Foto serah terima lampu melalui Ust Adit dari MCI Medan (kiri) kepada penerima

Pemasangan 7 titik cahaya ini bukan akhir dari program. Masih terdapat sejumlah titik lain yang membutuhkan penerangan darurat.

Oleh karena itu, tim berencana melanjutkan penggalangan dana batch kedua, dengan harapan cakupan penerangan dapat menjangkau lebih banyak wilayah yang masih gelap.

Masyarakat yang ingin berkontribusi dapat melakukannya dengan:

  • menyisihkan sebagian rezeki untuk donasi, atau
  • membantu menyebarkan informasi program ini agar menjangkau lebih banyak pihak.

Penutup

Foto lampu PJU Tenaga Surya setelah pemasangan pada siang dan malam hari. Foto malam hari dilaporkan oleh Warga Desa Agusen secara langsung.

Program Cahaya Darurat untuk Aceh menjadi bukti bahwa kolaborasi, meski dengan sumber daya terbatas, tetap dapat menghasilkan dampak nyata. Tujuh titik cahaya mungkin belum menjawab seluruh kebutuhan, namun menjadi langkah awal menuju penerangan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan partisipasi seluruh pihak.
Jazakumullahu khairan katsiran.

Klik link ini apabila anda tertarik untuk berdonasi mendukung program Cahaya Darurat Aceh Batch Kedua.

Baca juga: Open Donasi Cahaya Darurat untuk Aceh | Solariz – Bantuan Tenaga Surya